Prospek Penangkaran Murai Batu

KARYA ILMIAH



Judul : Prospek Penangkaran Murai Batu
ABSTRAK
Dahulu memelihara burung hanya sebagai hobi, saat ini sudah banyak yang menangkarkan burung sebagai lahan pendapatan. Mencermati tahun 2012 sebagai tren burung berkicau dan terprediksi tahun 2013, murai batu dan lovebird bisa dikatakan mempunyai prospek bisnis paling cerah. Melihat tren tahun 2012 usaha penangkaran burung masih sangat menjajikan, murai batu contohnya. Dari tahun ke tahun murai batu memiliki harga yang selalu stabil dan cenderung menaik. Hal ini yang menjadikan prospek cerah usaha penangkaran murai batu.



A. Permasalahan
1.    Berapa modal yang dibutuhkan untuk beternak Murai batu?
2.    Apa saja yang dibutuhkan untuk beternak Murai batu?

PEMBAHASAN
Murai batu sendiri merupakan salah satu jenis burung kicau yang tidak kalah diminati dari burung lain seperti kenari dan cucak rowo. Harga burung ini bervariasi. Memang bukan jenis burung yang murah dan anda tentu harus merogoh kocek yang lebih dalam untuk memulai usaha ternak burung murai batu ini. Oleh karena itu, sangat di sarankan untuk yang ingin memulai usaha ini, anda memiliki kesenangan atau hobi di bidang kicau burung ini agar anda lebih tekun dan mau melakukan apa saja untuk menjadikan usaha anda berhasil.
Dari situlah timbul kesempatan peluang untuk mencoba beternak burung Murai batu. Karena harganya pun memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan dapat di jadikan usaha yang terus dikembangkan.
Untuk memulai usaha ternak burung murai, modal yang dibutuhkan adalah sepasang burung murai (jantan dan betina ), kandang ukuran panjang 90 cm lebar 90 cm dan tinggi 1 meter. harga Murai sepasang adalah sekitar 6jt-8jt, biaya untuk membuat kandang sekitar 400 ribu.
Sebelum melihat prospek cerah usaha penangkaran murai batu, ada beberapa hal yang harus disiapkan dalam penangkaran murai batu, diantaranya :
1.    Lokasi usaha / kandang Murai Batu
Banyak pilihan untuk memilih lokasi kandang yang ideal untuk penangkaran murai batu. Bisa di halaman belakang atau samping rumah, atau boleh juga menyewa lahan untuk lokasi kandang penangkaran. Ada beberapa persyaratan yang mesti diperhatikan:
Usaha bisnis ternak ini memang terbilang mahal, namun termasuk menguntungkan. Di lansir dari situs perhutani. Pendapatan dari penangkaran burung ini bisa mencapai 5 juta perbulan bahkan lebih tergantung skala usaha anda. Tingginya pendapatan dari ternak murai ini disebabkan antara permintaan dengan persedian masih sangat timpang sehingga usaha ini masih sangat potensial untuk anda kerjakan.
·         Pastikan lokasi tersebut aman dari gangguan keamanan, karena pencuri pun sudah tahu kalau murai batu merupakan burung mahal. Anda pasti sudah tahu bagaimana meningkatkan keamanan kandang agar tak terjamah tangan-tangan nakal, jadi tidak perlu saya jelaskan lebih lanjut.
·         Usahakan lokasinya nyaman dan tenang. Artinya tidak terlalu bising oleh suara kendaraan bermotor, mesin bengkel, pabrik, dan polusi suara lainnya. Lokasi bersih dari polusi udara berlebihan. Misalnya jangan dekat pabrik batu bata yang dalam proses produksinya selalu disertai dengan pembakaran batu bata, usaha pengasapan ikan, dan sejenisnya.
·         Usahakan pula di sekitar lokasi usaha tidak terdapat burung-burung lainnya. Jika hal ini tidak bisa dihindari, pastikan saat kandang sudah dibangun, murai batu yang ada di kandang penangkaran tidak bisa melihat langsung keberadaan burung lain, khususnya merpati yang kerap membuat MB uring-uringan dan sering melampiaskan kemarahannya kepada pasangan atau anak-anaknya.
·         Mohon izin kepada tetangga sebelah, setidaknya 2 rumah di sebelah kiri, 2 rumah di sebalah kanan, dan 3 rumah di depan (kalau perlu minta persetujuan tertulis, semacam izin HO). Hal ini untuk berjaga-jaga kalau suatu saat usaha Anda maju dan tetap bisa bertahan tanpa menimbulkan persoalan dengan tetangga. Pernah kejadian ada sobat kicaumania yang sudah membangun kandang, sudah beli beberapa indukan mahal, tapi terpaksa mengalami stres berkepanjangan karena tetangga tidak mengizinkan dan memaksanya melepas semua burung mahal itu ke alam bebas.
Beberapa hal diatas merupakan modal awal yang sangat penting. Lingkungan, sebagaimana dikatakan para ahli perburungan, merupakan faktor yang berdiri sejajar dengan faktor genetik (keturunan). Induk murai batu sebagus apapun tidak akan menjalankan tugas reproduksinya secara maksimal, ketika setiap hari mendengar suara bising, kandangnya dilewati asap, dilintasi burung-burung lain, dan sebagainya. Kemungkinan yang bisa terjadi antara lain, burung sulit berjodoh, burung tak mau kawin (sehingga telur yang dihasilkan selalu gabuk / infertil), burung menjadi pemarah dan agresif, bahkan menyerang betina atau anakan hingga mati.
Prospek penangkaran Murai Batu
2.    Desain dan konstruksi kandang
Jika lokasi usaha / kandang sudah disiapkan, kini saatnya membangun kandang yang menjadi rumah bagi pasangan induk murai batu dan anak-anaknya. Untuk melihat desain dan konstruksi kandang, silakan buka kembali halaman ini. Soal ukuran, Anda bisa memodifikasinya sendiri sesuai dengan keinginan, atau sesuai dengan luas lahan yang ada.
Kandang yang ideal (apapun desain dan konstruksinya) harus memenuhi beberapa syarat di bawah ini :
·         Memperoleh sinar matahari yang cukup, karena sinar matahari mengandung provitamin D yang baik untuk kesehatan burung. Meski demikian, burung tetap memiliki pilihan untuk berteduh (termasuk saat hujan). Anda bisa membuat atap 2/3 terbuka (ditutup kawat strimin) dan 1/3 tertutup.
·         Kandang diusahakan terlindung dari embusan angin yang terlalu kencang, karena mudah membuat murai batu kaget.
·         Sediakan tenggeran / tangkringan yang kuat, dalam beberapa ukuran dan diletakkan di beberapa posisi (lihat kembali Halaman Penangkaran Murai Batu).
·         Sediakan wadah sarang. Pada tahap awal, sediakan sedikitnya 2-3 model. Misalnya kotak sarang A (ukuran 25 cm x 20 cm – tinggi 20 cm), kotak sarang B (20 cm x 15 cm – tinggi 15 cm), dan kotak sarang C (15 cm x 15 cm – tinggi 15 cm). Sangkar bisa digantung langsung di dinding kandang, bisa juga diletakkan di atas tatakan yang ditempelkan ke dinding kandang.
3.    Siapkan calon induk jantan dan betina
Apabila kandang merupakan rumah bagi burung, maka induk (jantan dan betina) adalah mesin produksi yang akan menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk Anda. Saya tidak mengharuskan Anda untuk membeli indukan yang mahal, atau harus punya darah juara. Sebagai pemula, biarkan usaha ini dimulai dari yang wajar-wajar saja: sedikit demi sedikit.
Biarkan berbagai pengalaman menempa Anda terlebih dulu, agar menjadi ilmu praktis yang Anda kuasai dengan baik. Jika sudah berpengalaman, barulah memikirkan untuk membeli indukan yang mempunyai trah juara.
Tidak perlu dipersoalkan juga apakah Anda ingin mengembakbiakkan murai batu Aceh, Medan, Lampung, Nias, Jambi, maupun Kalimantan. Tips ini juga berlaku untuk murai batu ekor putih maupun black-tailed (ekor hitam). Semuanya sama saja, punya pangsa pasar masing-masing. Yang penting perawatan awal di tangan Anda selaku penangkar, dan yang lebih penting lagi bagaimana perawatan selanjutnya di tangan pelanggan / pembeli selaku pemilik burung.
a.     Memilih induk jantan
Diusahakan induk jantan sudah berusia 2 tahun lebih, sehingga sel spermanya benar-benar matang. Pilihlah burung yang sudah jinak, tidak galak, atau tidak takut dengan kehadiran manusia. Dalam hal ini, dianjurkan membeli calon induk dari hasil penangkaran, bukan hasil tangkapan alam. Calon induk hasil tangkaran umumnya lebih jinak, sehingga memudahkan Anda dalam mengawali usaha penangkaran murai batu.
Burung dalam kondisi sehat. Beberapa tanda burung sehat yang mudah diamati adalah lincah (aktif bergerak) alias tidak nyekukur terus, serta bulu-bulunya tumbuh sempurna, bersih dan tidak kusam. Burung tidak memiliki cacat fisik, baik pada kaki, sayap, kepala, dan bagian tubuh lainnya. Volume suaranya keras. Kalau memungkinkan, pilih juga burung yang memiliki banyak variasi lagu.
b.    Memilih induk betina
Induk betina sudah berusia 1 tahun lebih, sehingga organ reproduksinya benar-benar matang. Kasus telur kosong (infertil) antara lain disebabkan organ reproduksi belum matang, meski murai batu betina sudah mencapai umur dewasa kelamin rata-rata pada umur 6-7 bulan. Umur dewasa kelamin adalah masa di mana burung betina untuk kali pertama bisa bertelur. Sama seperti induk jantan, pilihlah calon induk betina yang sudah jinak, tidak galak, atau tidak takut dengan manusia. Burung dalam kondisi sehat, ditandai dengan aktif bergerak (lincah), serta bulu-bulu tumbuh sempurna, bersih, dan tidak kusam. Burung tidak memiliki cacat fisik, baik pada kaki, sayap, kepala, dan bagian tubuh lainnya.
Prospek cerah penangkaran murai batu
4.    Penyediaan pakan berkualitas
Pakan berkualitas adalah pakan yang memiliki kandungan nutrisi lengkap, mulai dari karbohidrat, energi metabolisme, protein, lemak, serat kadar, hingga vitamin dan mineral dalam jumlah cukup dan serasi. Umumnya pakan dalam bentuk voer dan serangga sudah memiliki kandungan nutrisi seperti itu, kecuali vitamin dan mineral yang terkadang susah dikontrol dan perlu disuplai dari luar.
Makanan utama murai batu, sesuai dengan kebiasaannya di alam bebas, adalah serangga dan cacing tanah. Serangga yang biasa diberikan antara jangkrik, telur semut rangrang alias kroto, ulat hongkong, dan ulat kandang. Serangga diusahakan selalu tersedia setiap hari, lebih baik 2-3 jenis serangga, Cacing pun diusahakan setiap hari tersedia.








REFERENSI
-       http://buka-usaha.com/
-       Pengetahuan dan pengalaman pribadi


Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar